SEJARAH Sejarah singkat desa Pakubeureum menurut sumber yang ada, asal mulanya kata desa Paku Beureum gabungan dari dua kata desa yaitu1). Desa pangumbahan yang terdiri dari kampong pangumbahan sebagai ibu kota dan wesel sebagai kampung cantilan, dan yang pernah menjabat sebagai kepala desa ( Kuwu ) antra lain : Bapak Karsa, Bapak Masni, dan Bapak Mansur Usen dan berhenti pada tahun 1921 . Desa Bereumbeungeut yang terdiri dari kampung Beureumbeungeut sebagai ibu kota, kampung Nyalindung dan kampung Cambay sebagai wilayah cantilan, dan yang pernah sebagai kepala desa nya antara lain: Bapak Toyib, Bapak Salami, Bapak Jaliem, Bapak Santawi dan Bapak Sudarja yang berhenti pada tahun 1921. Pada tahun 1921 kedua desa tersebut di gabung di satukan dengan nama desa Pakubeureum asal kata dari Pangumbahan dan Beureumbeungeut dan di kepalai seorang kepala desa bernama Bapak RD. ADIAKUSUMAH sampai dengan tahun 1948 karena menghindar dari gangguan agresi Belanda, pada tahun 1950 kepala desa/kuwu diganti oleh Bapak Santawi atas dasar pengangkatan Belanda, dan pada tahun yang sama tahun 1950 Bapak Santawi wafat dan Bapak RD. ADIAKUSUMAH menjabat lagi. Pada tahun 1951 kepala desa/kuwu diganti oleh Bapak M. Suwita atasa dasar hasil pemilihan rakyat sampai dengan tahun 1960, mulai tahun 1961 diganti oleh Bapak E. Rahman ( H. Zaenal Abidin ), sampai dengan tahun 1966, dan pada tahun 1967 sampai dengan tahun 1984 diganti oleh Moch Alie atas dasar pemilihan rakyat, pada tahun 1984 sampai dengan tahun 1993 diganti oleh Bapak sudirman , tahun 1984 sampai tahun 2002 diganti oleh Drs. Mamat Alie Rachmat, dan pada tahun 2002 dijabat oleh bapak H. Samsudi atas dasar pemilihan rakyat sampai dengan tahun 2012. Pada tahun 2012 sampai sekarang Desa Pakubeureum dipimpin oleh Bapak Ade Mulyawan sebagai kepala desa yang dipilih berdasarkan pemilihan langsung rakyat Pakubeureum.SELAYANG PANDANG LEGENDA DESA PAKUBEUREUMPada jaman kemerdekaan pasukan Ki Bagus Rangin dengan pasukan dari Cirebon menggempur daerah Cadas Pangeran Sumedang, sehabis perang senjata yang digunakan seperti keris, pedang, bamboo runcing dan sejenisnya dicuci atau dalam bahasa sunda dikumbah di Sungai Cimanuk dan daerah itu dinamakan Pangumbahan sekarang menjadi dusun/kampung Pangumbahan yang berada dipusat desa.Air cucian senjata mengalir warna merah bercampur darah ke daerah sungai yang biasa di pakai penduduk untuk mandi, mencuci dan lain nya. Wilayah itu di sebut Beureumbeungeut, dan sekarang menjadi dusun/kampung Cibeureum yang berada sebelah timur ibu kota desa.Air cucian darah yang mengalir sampai terus ke ilir atau dalam bahasa sunda nya Ngambay maka daerah itu di sebut Cambay, yang sekarang menjadi dusun/kampung Cambay. Dan para pejuang singgah di daerah persinggahan daerah itu di sebut Wesel sekarang menjadi wilayah dusun/kampung Wesel.